SAGAWIN, DESTINASI WISATA ROHANI DI TANAH RAJA AMPAT

22:07:22, - 22 Januari 2016 - Berita Pariwisata - - By : Libert Padjo

SAGAWIN, DESTINASI WISATA ROHANI DI TANAH RAJA AMPAT

Di antara Salawati dan Batanta terbentang Pulau Sagawin. Sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Pesisirnya terbentang hamparan pasir putih sedang punggungnya dibaluti pepohonan hijau permai. Tidak banyak orang mengenal pulau mungil ini, sebab keindahannya tak seelok Wayag, Pianemo, Teluk Kabui dan spot wisata lainnya yang digandrungi para wisatawan. Namun, di atas tanah sunyi ini, dibangun sebuah patung” Tuhan Yesus Memberkati” berukuran 20 meter, berbahan tembaga. Dari kejauhan tampak kemilau warna tembaga, berdiri kokoh, memberkati tanah dan alam Raja Ampat. Pembangunan patung di pulau Sagawin sempat mengundang Tanya sebagian masyarakat. Menanggapi hal tersebut Drs. Semuel Belseran, selaku ketua Panitia Menerangkan, pembangunan patung Tuhan Yesus Memberkati di Pulau Sagawin selain sebagai destinasi wisata rohani tetapi juga untuk memberkati setiap orang yang berkunjung ke Raja Ampat. Di pihak lain, di ujung pulau Sagawin terdapat selat Sagawin yang memiliki makna historis. Pada masa lalu, Selat Sagawin merupakan pintu masuk ke tanah Papua melalui jalur laut. Para misisonaris dan hamba Tuhan yang datang ke Papua menyebarkan injil melalui jalur laut pasti melewati selat Sagawin terlebih dahulu” terang Semuel.

Pembangunan Patung Tuhan Yesus di Pulau Sagawin merupakan inisiasi Pemda Raja Ampat, untuk mengangkat dan mengingat kembali sejarah masa lalu, periode dimana penyebaran injil melalui jalur laut. Selain itu, menjadi destinasi wisata rohani. Pengembangan destinasi wisata alam dibarengi destinasi wisata rohani. Pembangunan bidang fisik/jasmani yang diimbangi pembangunan bidang spiritual.

Pembangunan patung dimulai sejak tahun 2014 silam, dan diresmikan tanggal 18 Oktober 2015 yang dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo. Banyak pihak pun mengapresiasi langkah Pemda tersebut, sebagai upaya mewujudkan tanah Raja Ampat sebagai tanah damai. “ Keberadaan patung di Sagawin untuk memberkati setiap orang yang datang ke Raja Ampat” terang Semuel. Raja Ampat adalah tanah terberi, tanah yang memberikan harapan dan kehidupan kepada setiap orang yang datang. Hal tersebut dipertegas oleh tradisi penjemputan para tamu. Setiap tamu penting yang datang ke Raja Ampat selalu di jemput dengan tari “Mansorandak”. Tarian pembasuhan, untuk memurnikan hati dan niat para tamu sehingga mereka boleh mengalami kedamaian di Raja Ampat.

Pembangunan Patung memiliki makna dan symbol yang kuat. Tidak saja sebagai ungkapan iman dan kepercayaan kaum Nasrani, tetapi untuk memberkati tanah Raja Ampat, memberkati masyarakatnya, agar Raja Ampat tetap damai dan asri. Jika di masa lalu, Raja Ampat menjadi pusat beberapa kerajaan, yang berkuasa menggunakan pedang dan senjata, namun saat ini Raja Ampat menjadi destinasi wisata dunia, tempat pujaan dan dambaan segenap manusia dari berbagai belahan dunia. Ketenaran dan kepopuleran Raja Ampat dan derasnya arus kunjungan para wisatawan di satu sisi membawa berkah dan keuntungan ekonomis bagi masyarakat local tetapi di sisi lain memberikan pengaruh negatif seperti hilangnya kearifan local yang berujung pada merosotnya nilai moral dan iman. Karena itu, pengembangan destinasi wisata rohani penting menjadi kompas bagi setiap manusia yang sedang berziarah untuk tak sekedar mencari kesenangan duniawi, menikmati kecantikan dan kemolekan alam, tetapi tetap menyembah sujud dan mencari sang pemberi kehidupan. Di samping itu, mengingatkan kita semua bahwa tanah Raja Ampat sebagai tanah terberkat, tanah terberi. Kita bertanggungjawab untuk menjaga alam, menjaga laut kita, menikmati keindahan alam dengan penuh rasa syukur bahwa Tuhan memberikan surga kecil yang jatuh ke bumi.           

Sagawin menjadi destinasi wisata rohani selain Mansinam. Dua tempat ziarah rohani yang memiliki keunikan dan latar histori yang berbeda, namun memiliki makna yang sama” untuk kemuliaan Tuhan di Tanah Papua”. 

 

Tag rohani patung yesus pariwisata raja ampat

Tentang Penulis

Libert Padjo
Libert Padjo

Staf di Bagian Humas Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Indonesia